Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmiah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2012

Stephen Hawking Hanya Bisa bicara Satu Kata Semenit

· 0 komentar

Stephen Hawking Hanya Bisa bicara Satu Kata Semenit,Profesor Stephen Hawking mungkin akan kehilangan suara hasil komputer yang terkenal itu. Bagaimana tidak, otot-otot pipinya yang memberikan tenaga pada teknologi itu semakin melemah.

Fisikawan terkenal yang menderita penyakit motor neuron itu telah diberitahu untuk mengganti teknologi suara karena bicaranya mulai melambat, menjadi satu kata per menit.

Ilmuwan dari Cambridge University itu kehilangan fungsi saraf pada pipinya. Padahal bagian itulah yang membuatnya bisa berkomunikasi menggunakan komputer yang dihubungkan pada sensor yang ditanamkan dalam mulutnya.

Namun Hawking yang akan menyampaikan pidato ulang tahun ke-70 di hadapan kolega dan akademi terkemuka lainnya, pada Minggu (8/1/2012), itu tampaknya enggan melepaskan alat yang telah menyertainya selama 35 tahun itu.

Judith Croasdell, asisten pribadinya, mengatakan, “Bicaranya semakin lambat dan kalau pas buruk, dia hanya bisa mengucapkan satu kata dalam semenit.”

Ia menduga kondisi itu akibat memburuknya otot pipinya. “Kami sedang mencari cara untuk memperbaiki itu dan dia butuh mencoba teknologi yang baru,” katanya melanjutkan.

Hawking yang terkenal dengan bukunya A Brief History of Time menderita pneumonia pada 1985 sehingga ia kemudian menjalani trakeotomi yang akhirnya malam membuatnya tak bisa berbicara.

Kemudian, seorang ilmuwan di Cambridge menciptakan suatu alat yang membuatnya mampu mengendalikan layar komputer menggunakan pipinya untuk memasukkan data. Ia kemudian mendapatkan sebuah komputer yang bisa membunyikan apa saja yang ditulisnya.

sumber
Tags
Stephen Hawking,Fisikawan terkenal,pneumonia,trakeotomi

Rabu, 09 November 2011

Nenek Moyang Manusia adalah Alien Mars?

· 0 komentar

Nenek Moyang Manusia adalah Alien Mars?, Planet Mars menjadi fokus perhatian manusia dalam rangka penjelajahan luar angkasa. Ada dua hal yang dicari tahu dari planet merah itu: apakah ada kehidupan di sana, dan apakah Mars bisa jadi koloni manusia, jika nantinya Bumi tak bisa menopang kehidupan.

Namun penelitian terbaru yang sedang dikerjakan oleh para ilmuwan cerdas dari dua universitas ternama dunia, MIT dan Harvard justru lebih maju dan revolusioner. Ingin membuktikan apakah ada kemungkinan pohon kehidupan di Bumi punya akar di Planet Mars. Para peneliti juga menciptakan sebuah instrumen untuk membuktikan dugaan itu.

Instrumen itu dinamakan Search for Extra-Terrestrial Genom atau SETG. Instrumen yang sedang dikembangkan itu akan menelaah sample debu dari Mars, mengisolasi materi genetik yang mungkin ada -- berupa serangga atau mahluk hidup lain yang mati beberapa juta tahun lalu.

Dengan instrumen ini, para ilmuwan bisa menggunakan teknik biokimia standar untuk menganalisa setiap urutan genetik yang dihasilkan lalu membandingkannya dengan temuan di Bumi.

"Ini proyek jangka panjang," kata peneliti dari MIT, Chris Carr seperti dimuat Space.com. "Jikan nantinya kita menemukan ada kaitan dengan Bumi, bisa jadi mahluk Bumi berasal dari Mars. Atau sebaliknya, bermula dari Bumi dan dikirim ke Mars."

Gagasan bahwa kehidupan Bumi berasal dari organisme di Mars mungkin tak ada di pikiran setiap orang. Namun, ini bukan ide gila.

Sebab, meski saat ini permukaan Mars dingin, kering, dan tanpa kehidupan -- ada banyak bukti planet ini lebih hangat dan basah miliaran tahun lalu.

Seperti halnya di Bumi, ketika semua kehidupan bergantung pada air. Mars kuno mungkin pernah menjadi pendukung beberapa bentuk kehidupan -- mungkin bahkan sebelum Bumi. Demikian kata para peneliti.

Jika ini yang terjadi, mikroba Mars mungkin telah mengkolonialisasi Bumi, saat asteroid raksasa meluncur ke Mars dan membuat partikel-partikelnya muncrat dan lalu mengalami perjalanan antar ruang. Para peneliti mengestimasi, ada 1 miliar ton bebatuan Mars yang berkelana di tahun-tahun itu.

Dan mikroba yang sangat kuat, sehingga mungkin bahwa beberapa dari mereka bisa selamat dari dampak asteroid dan menuju rumahnya yang baru di planet lain. Car menambahkan, dinamika orbital menunjukkan adalah 100 kali lebih mudah untuk batuan Mars menuju Bumi daripada sebaliknya.

Namun, Carr mengatakan, sangat kecil kemungkinan untuk menemukan sesuatu di permukaan Mars. Cara yang bisa dilakukan adalah penggalian. "Ada dua kemungkinan, Mars memiliki kehidupan atau tidak sama sekali. Namun kami ingin memastikannya."

Sementara, Badan Antariksa Amerika Serikat tak seoptimis pendapat para ilmuwan itu. "Hal ini tidak masuk akal bahwa kehidupan di Mars terkait dengan kehidupan di Bumi -- dan disebut bahwa dua planet berbagi genetika," kata astrobiologis dari Ames Research Center NASA di Moffett Field, California, Chris McKay. Namun, "dalam kasus apapun, akan menjadi penting untuk menguji hipotesis ini. "

Chavez: Kapitalisme Musnahkan Kehidupan Mars

Jika para ilmuwan mendasarkan teori kehidupan di Mars dengan beberapa fakta ilmiah, entah apa yang ada di kepala Presiden Venezuela, Hugo Chavez saat ia mengatakan: "kapitalisme mengakhiri kehidupan di Planet Mars."

"Saya selalu mengatakan, juga mendengar, tak aneh jika Mars ternyata punya peradaban. Namun mungkin datanglah kapitalisme, imperialisme, dan lihat apa yang dilakukannya pada planet ini," kata dia Selasa 22 Maret 2011, seperti dimuat Irish Times.

Tawa para pendengar pidato presiden nyentrik ini membahana. Namun, Chavez dengan cerdik mengurai maksud perkataannya itu. Ia memperingatkan, proses yang sama dengan Mars, degradasi lingkungan tengah terjadi di Bumi.

"Lihat! Berhati-hatilah! Di sini, di planet Bumi, lahan yang ratusan tahun lalu adalah hutan lebat menjadi kering-kerontang. Sungai besar menjadi padang pasir di mana-mana. Bagaimana kemajuan mempertaruhkan risiko kehidupan di planet ini, bukan jangka panjang, namun bahkan dalam jangka menengah.

sumber

Tags
planet mars, alien di planet mars, nenek moyang manusia adalah alien

Senin, 31 Oktober 2011

Mimpi Kini Dapat Direkam dan Dikendalikan

· 0 komentar

Mimpi Kini Dapat Direkam dan Dikendalikan, Bukan tak mungkin, kita melihat ulang mimpi kita seperti memutar ulang rekaman video.

Merekam mimpi dan melihat ulang mimpi itu di kemudian hari, bukan hal mustahil di masa mendatang. Dengan teknologi, hal itu kini dapat diwujudkan. Para ilmuwan memprediksi, kita dapat menggunakan komputer untuk merekam dan melihat mimpi.


Dikutip dari laman Dailymail, psikiatris dari Institut Max Planck, Munich, Jerman, menyatakan bahwa scanner otak dapat melihat mimpi seseorang. Dengan teknologi scanner otak ini, seseorang bahkan disebutkan dapat mengendalikan mimpi mereka.

Teknologi secanner otak ini merupakan sebuah terobosan terbaru dalam membaca pikiran subyek yang bangun, dengan menggunakan monitor otak. Teknologi serupa juga dapat diterapkan untuk subyek yang sedang bermimpi dalam tidur.

Ilmuwan di Institut Planck membuktikan, scan dari mimpi ‘pemimpi jernih’ sama seperti scan otak mereka saat melakukan hal-hal di saat mereka sadar. Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam cakupan biologi, dengan mendemonstrasikan teknologi rekonstruksi terbaru untuk menciptakan gambar gerak dari mimpi seseorang.

Dalam penelitian tersebut, pemimpi sepakat untuk menggerakkan mata dan tangan mereka dari samping kiri dan kanan sebagai tanda bagi peneliti, saat mimpi mereka dikendalikan. Ilmuwan kemudian memonitor pemimpi dengan dua gambar resonansi magnetik dan spektroskop infra merah untuk melihat pola panas dalam kepala pemimpi, yang memberikan sebuah gambaran aktivitas otak.

Rekonstruksi tersebut menunjukkan, meskipun pemimpi tidak bisa mengepalkan tangan mereka di dunia nyata saat mereka sedang bermimpi mengepalkan tangan, namun scan dalam otak mereka menunjukkan aktivitas otak yang identik seperti saat mereka mengepalkan tangan secara nyata di dunia fisik.

Membaca Mimpi

Demonstrasi teknologi rekonstruksi terbaru ini membuka jalan untuk membangun gambaran mimpi orang. Sampai saat ini, ilmuwan Institut Planck telah merekonstruksi dua mimpi. Namun terdapat kendala dalam rekonstruksi tersebut, yakni jumlah scan yang terbatas dan sulitnya mengendalikan mimpi.

“Para peserta harus jatuh tertidur di scanner, mencapai tahap tidur-tidur ayam, dan akhirnya memasuki mimpi dalam keadaan stabil,” kata salah satu peneliti, Michael Czisch. Meski ada kendala, ia optimis dengan teknologi ini.

“Ini adalah konsep penelitian yang memberikan bukti pertama, bahwa dimungkinkan menggunakan pencitraan otak untuk membaca isi mimpi seseorang,” sebutnya.

Awal tahun ini, akademisi dari Universitas California berhasil menguraikan aktivitas otak dengan mengukur aliran darah melalui korteks visual otak, dan menggunakan informasi ini untuk membangun gambar dari apa yang mereka ‘pikirkan.’

“Ini adalah lompatan besar menuju menuju rekonstruksi citra internal,” sebut Profesor Jack Gallant, ahli syaraf Universitas California.

Sumber
Tags
mimpi, merekam mimpi, membaca mimpi

Kategori Artikel