Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hewan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2013

INILAH HEWAN AKROBATIK DI DUNIA

· 0 komentar

Kalau kita perhatikan, kedua pahlawan super itu memiliki kemampuan yang sebenarnya dimiliki dua jenis binatang, yaitu laba-laba dan burung. Sejak dulu, manusia memang bermimpi memiliki kelebihan-kelebihan yang sebenarnya merupakan hal yang lumrah dimiliki para binatang. Kemampuan untuk merayap di dinding gedung atau terbang bebas ke angkasa seperti rajawali merupakan mimpi banyak orang untuk melepaskan diri dari cengkraman gaya tarik bumi yang seolah memaku kaki manusia.


Selain laba-laba atau burung, sebenarnya banyak binatang lain yang memiliki kemampuan unik dan sangat luar biasa. Apabila ada manusia yang memiliki kemampuan alamiah binatang tertentu dapat dipastikan kalau manusia itu merupakan manusia super. Misalnya seekor cheetah yang mampu berlari menempuh jarak 100 m hanya dalam waktu 5,95 detik. Dengan kemampuan berlari cheetah secepat itu, maka capaian waktu manusia tercepat di dunia saat ini, Usain Bolt yang menempuh jarak 100 meter dalam waktu 9,58 detik, jadi sangat memalukan. Berikut kami merangkum 5 hewan yang memiliki kemampuan akrobatik dan mengagumkan yang ada di dunia.


1. Tupai Terbang



Sepandai-pandainya tupai loncat, pada akhirnya jatuh juga. Peribahasa itu mungkin tidak berlaku bagi tupai yang satu ini. Karena tupai ini bujan hanya loncat, tetapi juga melayang di udara, nyaris seperti terbang. Itulah keistimewaan tupai terbang atau dalam bahasa Inggris disebut flying squirrel. Tupai ini sebenarnya memang tidak terbang seperti namanya, tetapi kemampuannya berpindah-pindah dari pohon yang satu ke pohon yang lain dengan melayang sangat luar biasa. Kemampuan meluncur di udara itu sangat mengagumkan bagi mamalia seperti tupai. Bahkan, jarak tempuhnya bisa mencapai 90 meter.

Ternyata keistimewaannya itu didukung oleh perangkat berupa lapisan kulit di sisi kiri dan kanannya yang menghubungkan kaki depan dan belakangnya. Sayap ini disokong dengan anatomi tubuh dan struktur tulang si tupai yang ringan, tetapi kuat. Saat si mungil ini meregangkan keempat kakinya, lapisan kulit ini pun terkembang bagai satap parasut yang membuatnya mampu melayang di udara. Sang tupai mengendalikan arah penerbangannya menggunakan ekornya yang bagaikan kemudi mampu menuju ke arah yang dikehendakinya.

Gerakan akrobatiknya dilakukan dengan membuat gerakan nyaris melengkung. Setelah melompat sari satu pohon, mulanya ia membuat satu tukikan lalu melayang lurus, baru kemudian gerakannya naik dan mendarat di sasaran. Cakarnya yang tajam langsung menancap di tempatnya mendarat, membuatnya tidak jatuh dan tetap aman.


2. Ikan Terbang

 

Binatang lainnya yang tidak lazim berada di angkasa adalah ikan terbang. Makhluk laut bernama ilmiah hirundichthys oxycephalus ini, merupakan para perenang  cepat yang handal, menyukai cahaya pada malam hari dan memiliki kemampuan akrobatik meloncat dari dalam air untuk kemudian meluncur di udara. Jarak luncurannya tidak main-main, bisa mencapai 200 meter, sehingga membuatnya mampu melompat naik ke dek kapal. Yang luar biasa, selama melayang dengan jarak tempuh hingga 200 m, ikan ini mampu menghentikan fungsi insangnya untuk mengambil napas.

Mekanisme ikan ini bisa terbang juga sederhana saja, awalnya mereka akan berelaksasi di dalam air hingga mencapai kecepatan 70 km/jam dibantu oleh kepakan ekor mereka. sekali mereka melompat di atas di atas air, sirip-siripnya akan mengembang dan memanfaatkan angin untuk meraih ketinggian. Adakalanya mereka memukulkan ekornya di permukaan air untuk tetap melompat tinggi dan mengubah arah. Kemampuan terbang ikan ini terletak pada sirip dadanya yang lebar sehingga mampu menahannya untuk tetap melayang di udara.

Keistimewaannya itu digunakan untuk menghindar atau lari dari pemangsa yang memburunya. Namun, para peluncur ini tetap harus hati-hati, jangan sampai ia terhindar dari sergapan ikan yang lebih besar, tetapi nahas di udara karena disambar burung camar atau elang yang menunggu mangsa dari udara. Namun, ancaman terbesar bagi ikan yang memiliki 40 spesies ini adalah manusia yang berhasrat besar untuk menangkapnya dan mengambil telurnya yang bernilai sangat tinggi di pasaran.


3. Elang

 

Masih berkaitan dengan hewan yang mampu mengangkasa, kali ini kita membahas penguasa teratas dalam daftar rantai makanan, elang. Berbeda dengan dua hewan sebelumnya yang hanya memiliki kemampuan berberapa saat saja menentang gravitas, maka elang benar-benar dapat terbang dan melayang-layang di udara hingga berjam-jam.

 Sebagai penerbang, elang merupakan jenis burung yang memiliki kemampuan terbang luar biasa karena dianugerahi sayap yang lebar dengan bulu-bulu yang tebal, paruh yang besar dan tajam, serta kuku yang kuat. Selain itu, burung ini juga memiliki penglihatan tajam untuk melihat mangsa dari jarak yang jauh.
Dengan struktur tubuh seperti itu, elang memiliki kemampuan terbang jarak jauh. Bahkan ada elang yang mampu menempuh jarak sejauh 4000 mil dari kawasan Asia Tengah hingga ke kawasan Afrika. Berat otot burung elang terletak pada pusat gravitasinya, sayap berukuran besar dan lebar untuk memudahkan aliran udara menaikkan tubuhnya. Sifat tulang, berat otot dan ukuran sayap yang unik membuat elang dengan bobot 7 kg menjadi seringan bulu ketika terbang. Selain itu juga dapat membuat elang mampu terbang tanpa mengepakkan sayapnya. Sayap baru dikepakkan biasanya untuk menambah kecepatan terbang, terutama ketika berburun mangsa. Makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai, kadal, ikan, ayam, serangga, dan ikan.

Seekor elang peregrine mampu melesat hingga kecepatan 320 km/jam. Tidak heran kalau burung ini disebut sebagai hewan tercepat di dunia. Menyaksikan seekor elang menyergap mangsanya merupakan pemandangan yang spektakuler. Laksana pesawat tempur, elang melesat dengan kecepatan tinggi menuju mangsanya. Walaupun kedua sayapnya panjang dan lebar, tetapi hal itu tidak mampu menghalanginya untuk menyergap mangsa yang berada di rimbunan pepohonan. Selain itu, sebagian elang juga merupakan pemancing yang lihati karena bisa langsung menangkap ikan dari dalam air dengan cakarnya yang tajam dan kuat.


4. Kucing

 

Dibalik sifat kucing yang manja dan lembut, kucing merupakan hewan dengan beberapa kelebihan. Salah satunya adalah kemampuanya dalam melihat di dalam kegelapan. Kucing memang dianugerahi keistimewaan mampu melihat pada malam hari, karena pada dasarnya binatang ini merupakan hewan pemangsa yang berburu untuk memperoleh mangsanya.

Selain itu, kucing adalah hewan dengan pendengaran yang sangat peka, lebih daripada manusia dan anjing. Anjing memiliki pendengaran lima kali lebih sensitive dari pada manusia, sedangkan kucing justru dua kali lebih baik dari pada anjing.

Dalam aksi acrobat, kucing juga tidak mau kalah. Lihatlah aksinya ketika berjalan di atas atap rumah, kucing dapat melakukannya dengan santai tanpa rasa takut atau gamang berada di ketinggian. Gerakannya stabil tidak miring ke kiri atau ke kanan. Kucing memang memiliki keseimbangan dan koordiansi tubuh yang luar biasa. Selain itu, ketika terjatuh daru tempat tinggi, kucing akan langsung membalikkan tubuhnya dan bisa mendarat dengan mulus tanpa mengalami cedera. Ketika terjatuh, kucing akan menyadari posisinya ketika melayang dan akan segera memutar tubuh sehingga kakinya berada di bawah untuk mendarat. Binatang ini juga memiliki teknik khusus ketika mendarat, yaitu dengan meregangkan kaki dan tubuhnya ke bawah sehingga angin akan menahan jatuh tubuhnya. Saat bersentuhan dengan tanah, kakinya langsung ditekuk supaya mengecilkan efek jatuhnya.

Meski demikian, kucing memiliki batas kemampuan menahan efek jatuh dari ketinggian. Rekor tertinggi kucing jatuh dari ketinggian adalah gedung berlantai 46. Dari ketinggian ini kucing dapat bangun dan berjalan dengan agak terpincang.

Rahasia keseimbangan kucing terletak pada terminal velocitiy, yakni kecepatan jatuh maksimum yang mencapai 60 mil/jam. Saat jatuh, sesuai hukum fisika, kecepatan jatuhnya mencapai terminal velocity, saat itulah kucing merasa paling rileks dan nyaman, sehingga mampu meregangkan kakinya untuk mengurangi efek jatuhnya. Itu sebabnya makin tinggi kucing jatuh, makin ada kesempatan untuk kucing merasa rileks. Sehingga kalau jatuh dari tempat yang rendah, minimal 5 meter, sang kucing belum sempat mencapai terminal velocity sehingga efeknya justru akan lebih terasa menyakitkan daripada terjatuh dari tempat yang lebih tinggi.

Selain memiliki kemampuan mengurangi efek jatuh, kucing juga punya kemampuan meloncat dari tanah hingga ke atap rumah. Kehebatan itu terletak pada kedua otot pahanya. Kucing pun dapat memendekkan dan memanjangkan tulang belakangnya yang tebal dan longgar.


5. Cicak dan Tokek

 

Menurut para ahli, ditemukanlah berjuta-juta bulu-bulu halus di kaki kedua binatang ini. Bulu-bulu halus panjangnya sekitar 100 mikrometer atau sama dengan lebar dua helai rambut manusia. sehelai bulu ini bisa mengangkat seekor semut. Di ujung-ujungnya terdapatnya sedikit 1.000 bantalan-bantalan kecil yang memungkinkan tokek dan cicak dapat melekat erat di dinding. Selain itu, kedua jenis binatang ini juga mempunyai kemampuan lain. Untuk mengelabui musuhnya, cicak dan tokek memiliki kemampuan autotomi, yaitu memutuskan ekornya untuk meloloskan diri dari serangan musuh. Ekor tersebut akan bergerak-gerak untuk mengalihkan perhatian musuh, sementara cicak dan tokek dengan ekor yang putus akan leluasa untuk meloloskan diri.

Minggu, 21 Juli 2013

JENIS JENIS ULAR PALING UNIK DI DUNIA

· 0 komentar

1. Ular Panda Pied (Ular Dengan Corak Teruik)


Ular yang memiliki warna kulit tidak biasa ini sering dikenal dengan “Panda Pied” karena warnanya yang terlihat seperti panda. Ular ini dijual sangat mahal, hal itu dikarenakan keunikan genetiknya, Mutasi genetik ini menyebabkan variasi genetik dari kedua pola dan warna. Saya mencampur dan mencocokkan" bahan genetik "untuk menghasilkan hewan yang menakjubkan,” kata Weaver, seperti dikutip dari Daily Mail. Weaver menambahkan kalau proses perkembangbiakan hewan ini memakan waktu yang lama hingga menghasilkan hewan yang memiliki warna kulit unik seperti itu. Ular belang berwarna hitam dan putih ini dijual dengan harga USD 16.000 atau sekira Rp 155 Juta.


2. Ular Phyton (Ular Terpanjang di Dunia)



Seekor ular Python raksasa berumur delapan tahun, dipelihara oleh Full Moon Productions di Kansas City, Amerika Serikat. Ular yang mendapatkan posisinya sebagai ular terpanjang di dunia pada Guinness World Records 2013, ular ini bernama Medusa, memiliki ukuran panjang tubuh 25 kaki (lebih dari 7 meter). Wikipedia menerangkan, python atau dikenal juga sebagai sanca kembang, merupakan ular tak berbisa yang berukuran besar.

The Guinness Book of World Records pada 1991 mencatat sanca kembang sepanjang 32 kaki (sekitar 10 meter) sebagai ular yang terpanjang (Murphy and Henderson 1997). Namun yang umum dijumpai adalah ular-ular yang berukuran 5 hingga 8 meter. Sedangkan berat maksimal yang tercatat adalah 158 kg (347.6 lbs). Ular sanca termasuk ular yang berumur panjang dan dapat hidup lebih dari 25 tahun.


3. Leptotyphlops (Ular Terkecil di Dunia)




Leptotyphlops adalah genus dari nonvenomous (ular buta) ditemukan di Amerika Utara dan Selatan, sebagian wilayah Afrika, India, dan barat daya Asia. panjang ular ini hanya sekitar 10 cm.


4. Black Mamba (Ular Tercepat di Dunia)



Ular Black Mamba terkenal karena kegesitannya dalam bergerak. Ular ini dapat bergerak seperti seseorang yang sedang berlari menggunakan sepatu roda. Kecepatannya bisa mencapai 20 km/jam. Ular ini sangat agresif saat ia berada dalam situasi yang tidak menyenangkan baginya. Beda dengan King Cobra yang terlihat defensif jika berada dalam situasi tersebut. Panjang tubuh seekor Black Mamba yang banyak tersebar di Pulau Afrika ini dapat mencapai lebih dari 4.5 meter. Ular ini biasa tinggal di pohon-pohon. Oleh karena itu, banyak orang asli Afrika yang menyebut ular ini sebagai “Tree Snake“.


5. Ular Pelangi (Ular dengan Warna Terunik)



Ular pelangi adalah sejenis ular yang termasuk anggota suku Xenopeltidae. Ular ini diberi nama demikian karena lapisan transparan pada sisiknya membiaskan warna-warni pelangi dari cahaya matahari. Dalam bahasa Inggris disebut dengan nama sunbeam snake atau iridescent earth snake. Sementara nama ilmiahnya adalah Xenopeltis unicolor (Schneider, 1799), merujuk pada keistimewaan sisik-sisiknya. 

Ular pelangi menghuni daerah lembap dan berawa-rawa di sekitar pantai, sungai, persawahan, dan daerah berhutan; di dataran rendah hingga pegunungan di ketinggian sekitar 1300 m dpl (David and Vogel, 1997). Tidak jarang pula ditemukan di sekitar pemukiman, terutama di daerah terbuka dan berumput-rumput yang meliar. Ular ini sering bersembunyi di bawah kayu busuk, bebatuan, tumpukan serasah, atau menggali lubang dalam lumpur, tidak jauh dari air.


6. Inland Taipan (Ular Paling Berbahaya)




Inland Taipan (Oxyuranus microlepidotus), adalah ular asli Australia dan merupakan jenis ular tanah paling berbisa di Bumi. Ini adalah jenis ular taipan dari keluarga Elapidae. Meskipun sangat berbisa,juga sangat pemalu dan tertutup, dan lebih memilih untuk melarikan diri jika ada masalah, menggigit hanya jika terancam. setiap rata rata gigitan inland taipan, dan dapat menyuntikkan sebanyak 110 mg pada suatu waktu. Racun dari bisanya dua ratus sampai empat ratus kali racun dari ular derik, dan lima puluh kali lebih beracun daripada seekor ular kobra. Racunnya adalah neruotoxin yang berpotensi bisa membunuh manusia dewasa dalam 45 menit.


7. Cylindrophis Ruffus (Ular Berkepala Dua)




Ular kepala-dua adalah sejenis ular primitif yang tidak berbisa. Dinamai demikian, karena perilakunya manakala merasa terganggu, ular ini menegakkan ekornya seolah-olah di situlah letak kepalanya pada kenyataannya kepala yang sesungguhnya disembunyikannya di bawah gulungan badannya. 

Ular ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti, Oray Totog atau Oray Teropong (Sd.), Majara (Toraja), ular Gelenggang, dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut dengan nama Red-tailed Pipe Snake atau Common Pipe Snake, sementara nama ilmiahnya adalah Cylindrophis ruffus.


8. Chrysopelea Paradisi ( Ular Terbang) 
 

Jake Socha dari Universitas Chicago, adalah seorang peneliti yang selama delapan tahun mengamati sejenis ular yang memiliki kemampuan melayang seperti burung. Kini ia mengungkapkan ada apa di balik rahasia terbang ular ular jenis Chrysopelea tersebut. Meski ular terbang tidak memiliki anggota badan khusus untuk terbang, tapi ular terbang mampu bergerak dengan mahir di udara. Pertama, ular tersebuta akan meratakan tubuhnya sehingga menjadi pipih dari bagian kepala hingga ekor. 

Ular terbang memiliki bagian tubuh dan ekordan mereka juga memiliki tulang rusuk. Tulang rusuk ini bisa dikembangkan sehingga bentuk tubuhnya menjadi pipih. Aktifitas ini akan membuat tubuh ular mampu untuk meluncur atau melayang secara aerodinamis. Ketika ular mulai melayang, ular akan bergerak dengan pola gelombang dan membentuk huruf S di sepanjang tubuhnya, dengan cara menggerakkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Hal ini juga dilakukan agar tubuhnya terjaga hingga tetap sejajar dengan permukaan tanah.

Jumat, 12 Juli 2013

7 HEWAN PURBA YANG MASIH HIDUP SAMPAI SEKARANG

· 0 komentar

1. Semut Martialis Heureka (120 Juta Tahun)

Walaupun termasuk salah satu hewan tertua di bumi, namun semut ini baru ditemukan oleh manusia modern pada tahun 2000 lalu di hutan hujan Amazon, dekat Manaus, Brasil.Semut ini sempat menghebohkan peneliti karena tak ada matanya, alias buta. Jenis semut yang tanpa mata dan memiliki warna cream ini merupakan keluarga baru dari Martialinae.Begitu anehnya semut yang tiada duanya ini, maka dijuluki “Semut dari planet Mars” atau dalam bahasa latinnya Martialis heureka (“ant from Mars”) yang kemudian menjadi namanya.Dan sangat mengagumkan, walau tanpa mata dan hanya dengan mengandalkan kedua sungut antenanya, turunan semut spesies ini dapat beradaptasi dan bisa bertahan hidup sejak lebih seratus juta tahun lamanya.


2. Ikan Sturgeon (200 Juta Tahun)

Ikan jenis Sturgeon adalah nama umum dari 26 spesies ikan dalam keluarga Acipenseridae, termasuk genus Acipenser, Huso, Scaphirhynchus dan Pseudoscaphirhynchus.Keluarga dari ikan bertulang tertua ini mempunyai habitat hidup di sungai, danau dan pantai sub-tropis, iklim sedang dan sub-arktik. Sturgeon dapat dijumpai di sekitar Amerika Utara.Menurut para ahli, dulunya kemungkinan ikan ini memiliki tubuh yang besar, namun dikarenakan evolusi maka menyusut sampai dengan bentuk seperti sekarang.


3.Horseshoe Shrimp (200 Juta Tahun )


Horseshoe Shrimp adalah satu-satunya spesies di muka bumi yang tidak mengalami evolusi atau perubahan bentuk sejak 200 tahun lalu.Dari fosil yang ditemukan dan bentuknya sekarang, hewan yang bernama latin Cephalocarida ini juga masih tetap sama.


4. Komodo (40 Juta Tahun)


Komodo merupakan spesies reptil purba endemik yang hidup semenjak zaman purba. Evolusi komodo dimulai dengan genus Varanus yang mulai berkembang di Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu. Komodo adalah kerabat dekat dari dinosaurus. Hal ini dilihat dari ditemukannya fosil-fosil dari jenis dinosaurus tertentu yang menunjukkan kemiripan struktur tubuh dengan komodo. Dinosaurus sudah lama punah tetapi Komodo sampai sekarang masih ada. 

Komodo disebut sebagai Dinosaurus terakhir di dunia. Hewan satu masa dengan dinosaurus ini dikenal sebagai kadal karnivora namun mereka juga hewan kanibal karena kadang mereka memangsa anak-anak mereka. Komodo (Varanus komodoensis) adalah jenis kadal terbesar. Tercatat Komodo terbesar yang pernah ada memiliki panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain.


5. Coelacanth Atau Ikan Raja Laut (360 Juta Tahun)

 
 Kata Coelacanth diambil dari bahasa Yunani yang berarti duri berongga. Walaupun sedikit, namun sampai sekarang ikan ini masih hidup di Indonesia, Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar dan Afrika Selatan.Menurut penjelasan di Wikipedia, Coelacanth memiliki sekitar 120 spesies yang diketahui berdasarkan fosilnya.


6. Horseshoe Crab Atau Belangas (445 Juta Tahun)


Diyakini bahwa hewan ini mulai muncul sejak periode Ordovician atau periode Paleozoikum. Dan menurut para ahli, horseshoe crab jauh lebih mendekati keluarga kalajengking dibandingkan keluarga dari kepiting.Selain itu, para ahli juga memberikan kesimpulan bahwa Belangas adalah hewan yang memiliki umur lebih tua daripada dinosaurus tertua. Hewan ini dapat hidup di air dan di darat.


7. Nautilus (500 Juta Tahun)


Nautilus disebut juga living fossil atau fosil hidup karena banyak arkeolog yang menemukan fosil hewan ini di bebatuan, namun sampai sekarang Nautilus masih dapat ditemui di perairan Indo-Pasifik.Menurut para ahli, di era dinosaurus, hewan ini memiliki beragam varian, dikarenakan banyak faktor, sekarang ini silsilah keluarga Nautilus yang tersisa hanya cephalopoda atau cumi-cumi saja.

Selasa, 25 Juni 2013

10 ULAT BULU PALING BERACUN DI DUNIA

· 0 komentar

Ulat bulu memang paling dihindari oleh manusia, selain beberapa jenis bisa membuat badan gatal-gatal, juga menjadi hama bagi tanaman produksi. Ulat bulu mana saja yang masuk kategori berbahaya? Berikut daftarnya:

1. The Saddleback Caterpillar


Ulat yang cantik, tapi hati-hati jika terkena racunnya bisa menimbulkan gejala pembengkakan, rasa mual dan ruam selama berhari-hari. Ulat ini tergolong rakus dan memakan segala jenis tanaman. Terdapat di taman, pot bunga, kebun dll

2. The Cinnabar Moth Caterpillar


Tergolong ulat yang rakus, tetapi jika dia kehabisan bahan makanan maka yg terjadi adalah saling kanibalisme antara sesama ulat.

Untuk mempertahankan hidup ulat ini dibekali senjata racun yang cukup mematikan bagi mangsanya. Kalau tersentuh manusia maka racun tersebut membuat kita gatal dan ruam sekujur tubuh


3. The Monarch Caterpillar


Penampilannya lucu, berwarna kuning bergaris hitam dan putih. Jika ulat ini sudah menetas, tidak terlihat secara kasat mata karena ukurannya begitu kecil.

Ulat ini tumbuh sangat cepat, ia memiliki panjang rata-rata 2 inch (sekitar 5 cm). Jika sudah menjadi kupu-kupu, Monarch Caterpillar sangat cantik dan indah


4. The Gypsy Moth Caterpillar


Ciri khas dari jenis ulat ini adalah memiliki bulu yang banyak di kepalanya, dan uniknya di badan ulat tersebut hanya sedikit ditumbuhi rambut. Rambut tersebut dapat menyebabkan nyeri dan dermatitis bagi orang yang bersentuhan.

Mereka sangat menyukai beberapa jenis daun yaitu mapple, pohon elm dan ek. Ulat ini bisa juga menyebabkan pohon menjadi mati


5. The Bag Shelter Caterpillar


Diantara semua jenis ulat lainnya, ulat ini sangat beracun dan berbahaya ,bisa mengakibatkan kematian pada manusia. Gejala awal sesak napas dan ruam disekujur tubuh. Ulat ini memakan daun, dan keluar pada malam hari.

6. The Puss Caterpillar


Ulat paling beracun di Amerika Utara adalah Slug Caterpillar Puss atau Woolly. Jangan tertipu oleh penampilan bola berbulu yang kapas karena akan melepaskan asam pada apa pun yang menyentuh dan sarat dengan duri beracun di seluruh tubuhnya. Gejala dari sengatan bisa bertahan beberapa hari dan termasuk sakit kepala, mual dan muntah. Terdapat di pohon jeruk, elm dan ek.

7. The Stinging Rose Caterpillar


Panjangnya kurang dari satu inci. Spesies ini memiliki bulu-bulu berduri dengan kelenjar racun. Bila menyentuh bulu berduri tersebut, maka racunnya langsung masuk tubuh dan menyebabkan ruam kulit serta reaksi hipersensitif. Ulat ini dapat ditemukan pada tanaman berkayu seperti dogwood, maple, oak, cherry, apel, poplar dan hickory.

8. The Hickory Tussock Caterpillar


Racun dari ulat bulu jenis ini berlangsung ketika terjadi kontak dengan rambut atau duri dan menyebabkan ruam kulit atau hipersensitivitas.

Hickory Tussock umumnya terlihat dari bulan Juni sampai September dan dapat ditemukan di Kanada bagian selatan atau Amerika Utara.


9. The Io Moth Caterpillar


Dua jenis racun yang dilepaskan dari punggung ulat jenis ini mengakibatkan rasa terbakar dan peradangan. Mereka memakan banyak pohon dan semak-semak termasuk willow, mapel, elm, oak, holly, aspen, belalang, ceri, pir dan sassafras.

Spesies ini dapat ditemukan di alam terbuka, padang rumput hutan dan ladang jagung dari Februari hingga September.


10. The Spinny Oak Slug Caterpillar


Ulat ini warnanya indah dan memiliki panjang kurang satu inch. Racun yang dikeluarkan oleh duri dapat menyebabkan reaksi yang parah. Ulat ini suka makan kurma, willow, abu, oak, hackberry dan kastanye bersama dengan pohon-pohon lain dan tanaman berkayu yang lebih kecil.

Spesies ini dapat ditemukan di hutan dari selatan Quebec untuk Maine dan selatan melalui Missouri, Texas dan Florida.

Jumat, 21 Juni 2013

5 HEWAN YANG BISA DIMAKAN HIDUP HIDUP

· 0 komentar

Manusia adalah mahluk pemakan segalanya apapun yang bisa dimakan pasti akan dimakan oleh manusia mulai dari yang masih mentah hingga yang sudah dimasak.
Nah pastinya kamu tidak membayangkan ya seperti apa rasanya memakan hewan yang masih hidup, nah berikut ini ada beberapa hewan yang dimakan manusia dalam kondisi hidup hidup.


1. Sannakji

 Sannakji merupakan makanan khas korea yang meyajikan gurita yang masih setengah hidup untuk dimakan manusia, dengan campuran beberapa bumbu membuat gurita hidup ini menjadi sangat enak dimakan, yang menjadi sensasi dar makanan Sannakji adalah ketika dimakan biasa tentakel gurita akan begerak gerak di dalam.

 
2. Tiram

Tiram salah satu hewan yang biasa dimakan hidup hidup oleh manusia, alasan manusia memakan tiram hidup hidup adalah sebab hewan ini lebih cepat membusuk ketika sudah mati, walaupun dimakan hidup ternyata tiram yang dicampur dengan sedikit saus memiliki rasa yang sangat enak.


3. Landak laut atau bulu babi

Landak laut atau bulu babai ternyata sangat lezat ketika dimakan dalam keadaan hidup, nah inilah kenapa banyak orang memilih memakan landak laut mentah mentah. Cara memakannya pun cukup mudah setelah di buka cangkangnya isi bagian dalam landak laut langsung bisa dimakan.


4. Odori Ebi

Odori Ebi adalah jenis sashimi yang berisi bayi udang. Udang biasanya dicelupkan ke dalam sake, minuman beralkohol khas Jepang, untuk membuat mereka jadi mabuk sehingga lebih mudah dimakan. Hidangan Odori Ebi dibanderol cukup mahal karena untuk menu udang hidup harus disiapkan dengan cepat dan terampil.


5. Udang mabuk

Makanan udang mabuk ini hampir sama dengan Odori Ebi namun makanan ini berasal dari China, Udang udang yang disajikan dalam menu makanan ini biasa dibikin matang namun banyak juga yang menyukainya dalam keadaan hidup namun udang udang yang mau dimakan di bikin mabuk dulu dengan dicelupkan kedalam alkohol sekitar 40-60 persen

Rabu, 19 Juni 2013

5 HEWAN YANG MENDOMINASI PULAU DI DUNIA

· 0 komentar

Setiap pulau memiliki ekosistem alami yang khas dan unik. Meskipun dapat saja terjadi ketidak seimbangan ekosistem ketika bermunculan spesies asing dan baru, yang seharusnya tidak pernah ada di pulau tersebut. Ketidak seimbangan tersebut bisa terjadi akibat tidak sengaja dan sengaja, atau ketidaktahuan manusia di sekelilingnya. Seperti banyaknya predator yang diburu, hewan asing peliharaan yang terlepas. Sehingga di pulau tersebut terdapat hewan yang mendominasi ekosistem. Berikut kami merangkum 5 pulau yang dihuni hewan:


1. Kelinci di Okunoshima, Jepang


Okunashima merupakan salah satu pulau kecil yang terdapat di Laut Jepang, Kota Takehara, Perfektur Hiroshima. Untuk mencapai Pulau Okuna kita bisa menggunakan feri dari Tadanoumi dan Omushima. Yang unik dari Pulau Okuna adalah penghuninya yang didominasi oleh kelinci, maka tak heran jika Okuna dikenal pula dengan sebutan Usagi Shima (Pulau Kelinci). Dikabarkan Pulau Okuna yang memiliki luas 700 m2 dihuni lebih dari 300 ekor kelinci.


Dominasi kelinci di Pulau Okuna diawali dengan pembangunan sebuah taman yang dikerjakan setelah Perang Dunia II. Ketika itu Okuna dijadikan sebagai laboratorium penelitian, dan kelinci merupakan hewan yang digunakan sebagai alat percobaan. Dikabarkan pada Perang Dunia II Jepang berusaha untuk memiliki senjata kimia yang mematikan. Namun setelah peperangan usai, laboratorium, pabrik dan kelinci yang ada di Pulau Okuna pun dihancurkan. Meski demikian saat ini banyak kelinci yang berkeliaran di Okuna.


2. Ayam di Kaua’i, Hawaii

Ayam dibawa pertama kali ke Kepulauan Hawaii yakni ketika terjadi kolonialisasi yang dilakukan oleh orang-orang Polinesia 2.000 tahun yang lalu. Bangsa Polinesia memelihara dan mengembangbiakan ayam untuk dijadikan sumber makanan. Meski demikian keberadaan ayam di Pulau Kaua’i sangat mendominasi, unggas tersebut mudah dijumpai hampir di berbagai tempat. Selain itu di Pulau Kaua’i tidak banyak terdapat hewan predator yang mampu memangsa ayam.



3. Kepiting di Pulau Natal

Sementara di Pulau Natal (Christmas Island) keberadaan kepiting sangatlat mendominasi. Kepiting Merah yang dikenal dengan Gecarcoidea natalais, merupakan hewan crustacea endemis yang menghuni Pulau Natal dan Coco di Samudera India. Dikabarkan di Pulau Natal saja terdapat sekitar 43,7 juta kepiting dewasa, sebuah angka yang luar biasa untuk mendominasi ekosistem sebuah pulau. Namun berangsur-angsur menyusut ketika diperkenalkan Semut ‘Gila’ berwarna kuning untuk mengendalikan populasinya. Kepiting merah Pulau Natal bertahan hidup dengan memakan dedaunan yang berjatuhan, namun pada saat tertentu mereka bisa menjadi kanibal ataupun memangsa hewan lain.



4. Tikus di Pulau Gough


Gouh merupakan sebuah pulau yang berbentuk persegi empat, secara keseluruhan luasnya mencapai 91 Km2 dengan ketinggian 900 m di atas permukaan laut. uniknya mahluk hidup yang mendominasi pulau koloni Inggris ini adalah tikus. Mahluk pengerat tersebut dikabarkan berasal dari kapal-kapal yang berlabuh di Pulau Gough sejak tahun 1505. Bahkan saat ini ukuran tikus di Pulau Gough tiga kali lebih besar daripada kerabat mereka di Inggris. Bahkan beratnya mampu lebih dari 10 kg, dengan tinggi (jika berdiri) sekitar 1 meter.


Dengan pertumbuhan fisik demikian besar, hampir tidak ada hewan predator yang mau memangsa mereka. Meski demikian untuk bertahan hidup mereka harus memangsa burung ataupun ayam dengan menggunakan cakar dan gigitannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh RSPB, terdapat 700.000 tikus di Pulau Gough.



5. Laba – Laba di Hutan Guam


Jika Anda berpetualang di berbagai wilayah hutan di kawasan Guam, jangan heran jika menemui banyak laba-laba. Pulau yang berjarak 3.800 mil dari Hawaii ini merupakan rumah bagi ribuan laba – laba. Mereka hidup mendominasi dan bertahan hidup dengan memakan burung, telur burung dan ular pohon yang ada di hutan-hutan Guam. Bahkan laba-laba di Guam dijadikan kambing hitam atas berkurangnya populasi burung di kawasan Pasifik oleh para ahli biologi.

Selasa, 11 Juni 2013

CACING CACING TERGANAS DI DUNIA

· 0 komentar

Cacing merupakan hewan melata yang kadang kala bentuk cacing sangat menjijikkan,dan ada pula yang berbahaya.Jenis cacing berbahaya yang harus kita hindari antara lain adalah jenis cacing Parasit.Cacing ini di golongkan cacing berbahaya karena mereka akan makan dari mahluk apa saja yang di hinggapinya termasuk manusia.Berikut ini kita akan mengulas info tentang Jenis Cacing Terganas Di Dunia :

1. Necator americanus & Ancylostoma duodenale

Jenis Cacing Terganas Di Dunia
 Jenis Cacing Terganas Di Dunia
Cacing tambang parasit adalah cacing parasit (nematoda) yang hidup pada usus kecil inangnya, manusia. Ada dua spesies cacing tambang yang biasa menyerang manusia, Ancylostoma duodenale dan Necator americanus. Necator americanus banyak ditemukan di Amerika, Sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara, Tiongkok, and Indonesia, sementara A. duodenale lebih banyak di Timur Tengah, Afrika Utara, India, dan Eropa bagian selatan. Sekitar seperempat penduduk dunia terinfeksi oleh cacing tambang. Infeksi paling sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab, dengan tingkat kebersihan yang buruk. bentuk infektif dari cacing tersebut adalah bentuk filariform. Setelah cacing tersebut menetas dari telurnya, muncullah larva rhabditiform yang kemudian akan berkembang menjadi larva filarifor. Vampir haus minuman ini begitu banyak menghisap darah merah mengakibatkan adanya risiko serius anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Ruam, mual dan diare adalah salah satu gejala yang terinfeksi oleh cacing tambang.

2. Ascaris

Jenis Cacing Terganas Di Dunia
Sepupu yang lebih besar dari cacing tambang(hookworm), Ascaris adalah cacing berukuran raksasa yang dapat mencapai sepanjang 40 cm, sedikit lebih besar 1cm. Faktanya, 25% persen dari penduduk dunia terinfeksi tentu saja tidak membuatnya lebih diterima di perut kita. Sakit, demam, dan berat infestasi dengan membunuh penyumbatan usus parah hingga 20.000 orang per tahun.
Larva ascaris sangat lah kecl dan dapat menembus kulit, namun biasanya ascaris ini masuk kedalam tubuh lewat makanan yang kotor. Ascaris dapat bertelur sebnyak 100 ribu perhari.

Senin, 10 Juni 2013

DAFTAR HEWAN LANGKA YANG DILARANG DIPERJUAL BELIKAN

· 0 komentar

Daftar Hewan Langka yang Dilarang Diperjualbelikan

Polisi mengimbau agar masyarakat berhati-hati saat membeli hewan peliharaan. Bisa jadi, binatang yang dibeli adalah salah satu hewan yang dilindungi negara. Ancaman pidana bisa menanti Anda.
“Kadang kita masih keliru, pengen kelihatan wah, main beli saja. Orang banyak yang tidak tahu persis ada beberapa binatang yang dilindungi,” kata Kasubdit Tipiter Bareskrim Polri Kombes Luki Arliansyah, Senin (10/6/2013).
Luki juga memberi pesan agar masyarakat mempelajari jenis hewan yang akan dipelihara. Termasuk kesehatan dan status kepemilikannya. Bila membeli hewan yang diawetkan pun perlu tetap waspada.
“Karena ini bisa menimpa siapa saja. Masyarakat harus peduli soal ini,” imbuhnya.
Bentuk kepedulian yang bisa dilakukan adalah dengan melaporkan ke polisi atau BKSDA setempat bila menemukan ada tetangga yang memelihara hewan liar. Toko-toko yang menjual hewan peliharaan langka pun bisa diawasi.
“Yang harus kita sadari, tiap negara berbeda aturannya soal hewan langka. Ada yang secara internasional langka, ada yang beberapa ada tidak. Artinya kita untuk masyarakat Indonesia, harus saling menjaga,” ungkapnya.
Luki dan jajarannya baru saja menangkap oknum polisi khusus BKSDA DKI, berinisial MHF, yang menjual satwa liar, elang Jawa dan dua pasang kukang dengan nilai Rp 10 juta. Dia dijerat dengan pasal UU Kelestarian Lingkungan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Dalam Undang-Undang RI No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya diatur larangan perjualbelian hewan langka. Dalam pasal 40 ayat (2), jika melanggar Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
Aturan itu kemudian diperjelas dalam PP No 7 Tahun 1999. Lampiran dalam PP itu memuat nama hewan dan nama latinnya yang dilarang untuk dijual.
Berikut daftar hewan-hewan langka yang dilarang untuk diperjualbelikan:
I. Mamalia

1 Anoa depressicornis; Anoa dataran rendah, Kerbau pendek

2 Anoa quarlesi; Anoa pegunungan

3 Arctictis binturong; Binturung

4 Arctonyx collaris; Pulusan

5 Babyrousa babyrussa; Babirusa

6 Balaenoptera musculus; Paus biru

7 Balaenoptera physalus; Paus bersirip

8 Bos sondaicus; Banteng

9 Capricornis sumatrensis; Kambing Sumatera

10 Cervus kuhli; Axis kuhli Rusa Bawean

11 Cervus spp; Menjangan, Rusa sambar (semua jenis dari genus Cervus)

12 Cetacea; Paus (semua jenis dari famili Cetacea)

13 Cuon alpinus; Ajag

14 Cynocephalus variegatus; Kubung, Tando, Walangkekes

15 Cynogale bennetti; Musang air

16 Cynopithecus niger; Monyet hitam Sulawesi

17 Dendrolagus spp.; Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrolagus)

18 Dicerorhinus sumatrensis; Badak Sumatera

19 Dolphinidae; Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)

20 Dugong dugon; Duyung

21 Elephas indicus; Gajah

22 Felis badia; Kucing merah

23 Felis bengalensis; Kucing hutan, Meong congkok

24 Felis marmorota; Kuwuk

25 Felis planiceps; Kucing dampak

26 Felis temmincki; Kucing emas

27 Felis viverrinus; Kucing bakau

28 Helarctos malayanus; Beruang madu

29 Hylobatidae; Owa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)

30 Hystrix brachyura; Landak

31 Iomys horsfieldi; Bajing terbang ekor merah

32 Lariscus hosei; Bajing tanah bergaris

33 Lariscus insignis; Bajing tanah, Tupai tanah

34 Lutra lutra; Lutra

35 Lutra sumatrana; Lutra Sumatera

36 Macaca brunnescens; Monyet Sulawesi

37 Macaca maura; Monyet Sulawesi

38 Macaca pagensis; Bokoi, Beruk Mentawai

39 Macaca tonkeana; Monyet jambul

40 Macrogalidea musschenbroeki; Musang Sulawesi

41 Manis javanica; Trenggiling, Peusing

42 Megaptera novaeangliae; Paus bongkok

43 Muntiacus muntjak; Kidang, Muncak

44 Mydaus javanensis; Sigung

45 Nasalis larvatus; Kahau, Bekantan

46 Neofelis nebulusa; Harimau dahan

47 Nesolagus netscheri; Kelinci Sumatera

48 Nycticebus coucang; Malu-malu

49 Orcaella brevirostris; Lumba-lumba air tawar, Pesut

50 Panthera pardus; Macan kumbang, Macan tutul

51 Panthera tigris sondaica; Harimau Jawa

52 Panthera tigris sumatrae; Harimau Sumatera

53 Petaurista elegans; Cukbo, Bajing terbang

54 Phalanger spp.; Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)

55 Pongo pygmaeus; Orang utan, Mawas

56 Presbitys frontata; Lutung dahi putih

57 Presbitys rubicunda; Lutung merah, Kelasi

58 Presbitys aygula; Surili

59 Presbitys potenziani; Joja, Lutung Mentawai

60 Presbitys thomasi; Rungka

61 Prionodon linsang; Musang congkok

62 Prochidna bruijni; Landak Irian, Landak semut

63 Ratufa bicolor; Jelarang

64 Rhinoceros sondaicus; Badak Jawa

65 Simias concolor; Simpei Mentawai

66 Tapirus indicus; Tapir, Cipan, Tenuk

67 Tarsius spp.; Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)

68 Thylogale spp.; Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)

69 Tragulus spp.; Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)

70 Ziphiidae; Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)
II. AVES (Burung)

71 Accipitridae; Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)

72 Aethopyga exima; Jantingan gunung

73 Aethopyga duyvenbodei; Burung madu Sangihe

74 Alcedinidae; Burung udang, Raja udang (semua jenis dari famili Alcedinidae)

75 Alcippe pyrrhoptera; Brencet wergan

76 Anhinga melanogaster; Pecuk ular

77 Aramidopsis plateni; Mandar Sulawesi

78 Argusianus argus; Kuau

79 Bubulcus ibis; Kuntul, Bangau putih

80 Bucerotidae; Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng (semua jenis dari famili Bucerotidae)

81 Cacatua galerita; Kakatua putih besar jambul kuning

82 Cacatua goffini; Kakatua gofin

83 Cacatua moluccensis; Kakatua Seram

84 Cacatua sulphurea; Kakatua kecil jambul kuning

85 Cairina scutulata; Itik liar

86 Caloenas nicobarica; Junai, Burung mas, Minata

87 Casuarius bennetti; Kasuari kecil

88 Casuarius casuarius; Kasuari

89 Casuarius unappenddiculatus; Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning

90 Ciconia episcopus; Bangau hitam, Sandanglawe

91 Colluricincla megarhyncha; Burung sohabe coklat

92 Crocias albonotatus; Burung matahari

93 Ducula whartoni; Pergam raja

94 Egretta sacra; Kuntul karang

95 Egretta spp.; Kuntul, Bangau putih (semua jenis dari genus Egretta)

96 Elanus caerulleus; Alap-alap putih, Alap-alap tikus

97 Elanus hypoleucus Alap-alap putih, Alap-alap tikus

98 Eos histrio; Nuri Sangir

99 Esacus magnirostris; Wili-wili, Uar, Bebek laut

100 Eutrichomyias rowleyi; Seriwang Sangihe

101 Falconidae; Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Falconidae)

102 Fregeta andrewsi; Burung gunting, Bintayung

103 Garrulax rufifrons; Burung kuda

104 Goura spp.; Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk (semua jenis dari genus Goura)

105 Gracula religiosa mertensi; Beo Flores

106 Gracula religiosa robusta; Beo Nias

107 Gracula religiosa venerata; Beo Sumbawa

108 Grus spp.; Jenjang (semua jenis dari genus Grus)

109 Himantopus himantopus; Trulek lidi, Lilimo

110 Ibis cinereus; Bluwok, Walangkadak

111 Ibis leucocephala; Bluwok berwarna

112 Lorius roratus; Bayan

113 Leptoptilos javanicus; Marabu, Bangau tongtong

114 Leucopsar rothschildi; Jalak Bali

115 Limnodromus semipalmatus; Blekek Asia

116 Lophozosterops javanica; Burung kacamata leher abu-abu

117 Lophura bulweri; Beleang ekor putih

118 Loriculus catamene; Serindit Sangihe

119 Loriculus exilis; Serindit Sulawesi

120 Lorius domicellus; Nori merah kepala hitam

121 Macrocephalon maleo; Burung maleo

122 Megalaima armillaris; Cangcarang

123 Megalaima corvina Haruku, Ketuk-ketuk

124 Megalaima javensis Tulung tumpuk, Bultok Jawa

125 Megapoddidae Maleo, Burung gosong (semua jenis dari famili Megapododae)

126 Megapodius reintwardtii Burung gosong

127 Meliphagidae Burung sesap, Pengisap madu (semua jenis dari famili Meliphagidae)

128 Musciscapa ruecki Burung kipas biru

129 Mycteria cinerea Bangau putih susu, Bluwok

130 Nectariniidae Burung madu, Jantingan, Klaces (semua jenis dari famili Nectariniidae)

131 Numenius spp. Gagajahan (semua jenis dari genus Numenius)

132 Nycticorax caledonicus Kowak merah

133 Otus migicus beccarii Burung hantu Biak

134 Pandionidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Pandionidae)

135 Paradiseidae Burung cendrawasih (semua jenis dari famili Paradiseidae)

136 Pavo muticus Burung merak

137 Pelecanidae Gangsa laut (semua jenis dari famili Pelecanidae)

138 Pittidae Burung paok, Burung cacing (semua jenis dari famili Pittidae)

139 Plegadis falcinellus Ibis hitam, Roko-roko

140 Polyplectron malacense Merak kerdil

141 Probosciger aterrimus Kakatua raja, Kakatua hitam

142 Psaltria exilis Glatik kecil, Glatik gunung

143 Pseudibis davisoni Ibis hitam punggung putih

144 Psittrichas fulgidus Kasturi raja, Betet besar

145 Ptilonorhynchidae Burung namdur, Burung dewata

146 Rhipidura euryura Burung kipas perut putih, Kipas gunung

147 Rhipidura javanica Burung kipas

148 Rhipidura phoenicura Burung kipas ekor merah

149 Satchyris grammiceps Burung tepus dada putih

150 Satchyris melanothorax Burung tepus pipi perak

151 Sterna zimmermanni Dara laut berjambul

152 Sternidae Burung dara laut (semua jenis dari famili Sternidae)

153 Sturnus melanopterus Jalak putih, Kaleng putih

154 Sula abbotti Gangsa batu aboti

155 Sula dactylatra Gangsa batu muka biru

156 Sula leucogaster Gangsa batu

157 Sula sula Gangsa batu kaki merah

158 Tanygnathus sumatranus Nuri Sulawesi

159 Threskiornis aethiopicus Ibis putih, Platuk besi

160 Trichoglossus ornatus Kasturi Sulawesi

161 Tringa guttifer Trinil tutul

162 Trogonidae Kasumba, Suruku, Burung luntur

163 Vanellus macropterus Trulek ekor putih
III. REPTILIA (Melata)

164 Batagur baska Tuntong

165 Caretta caretta Penyu tempayan

166 Carettochelys insculpta Kura-kura Irian

167 Chelodina novaeguineae Kura Irian leher panjang

168 Chelonia mydas Penyu hijau

169 Chitra indica Labi-labi besar

170 Chlamydosaurus kingii Soa payung

171 Chondropython viridis Sanca hijau

172 Crocodylus novaeguineae Buaya air tawar Irian

173 Crocodylus porosus Buaya muara

174 Crocodylus siamensis Buaya siam

175 Dermochelys coriacea Penyu belimbing

176 Elseya novaeguineae Kura Irian leher pendek

177 Eretmochelys imbricata Penyu sisik

178 Gonychephalus dilophus Bunglon sisir

179 Hydrasaurus amboinensis Soa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon

180 Lepidochelys olivacea Penyu ridel

181 Natator depressa Penyu pipih

182 Orlitia borneensis Kura-kura gading

183 Python molurus Sanca bodo

184 Phyton timorensis Sanca Timor

185 Tiliqua gigas Kadal Panan

186 Tomistoma schlegelii Senyulong, Buaya sapit

187 Varanus borneensis Biawak Kalimantan

188 Varanus gouldi Biawak coklat

189 Varanus indicus Biawak Maluku

190 Varanus komodoensis Biawak komodo, Ora

191 Varanus nebulosus Biawak abu-abu

192 Varanus prasinus Biawak hijau

193 Varanus timorensis Biawak Timor

194 Varanus togianus Biawak Togian
IV. INSECTA (Serangga)

195 Cethosia myrina Kupu bidadari

196 Ornithoptera chimaera Kupu sayap burung peri

197 Ornithoptera goliath Kupu sayap burung goliat

198 Ornithoptera paradisea Kupu sayap burung surga

199 Ornithoptera priamus Kupu sayap priamus

200 Ornithoptera rotschldi Kupu burung rotsil

201 Ornithoptera tithonus Kupu burung titon

202 Trogonotera brookiana Kupu trogon

203 Troides amphrysus Kupu raja

204 Troides andromanche Kupu raja

205 Troides criton Kupu raja

206 Troides haliphron Kupu raja

207 Troides helena Kupu raja

208 Troides hypolitus Kupu raja

209 Troides meoris Kupu raja

210 Troides miranda Kupu raja

211 Troides plato Kupu raja

212 Troides rhadamantus Kupu raja

213 Troides riedeli Kupu raja

214 Troides vandepolli Kupu raja
V. PISCES (Ikan)

215 Homaloptera gymnogaster Selusur Maninjau

216 Latimeria chalumnae Ikan raja laut

217 Notopterus spp. Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)

218 Pritis spp. Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)

219 Puntius microps Wader goa

220 Scleropages formasus Peyang malaya, Tangkelasa

221 Scleropages jardini Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso
VI. ANTHOZOA (kelas hewan tak bertulang belakang)

222 Anthiphates spp. Akar bahar, Koral hitam (semua jenis dari genus Anthiphates)
VII. BIVALVIA (kelas dalam moluska mencakup kerang-kerangan)

223 Birgus latro Ketam kelapa

224 Cassis cornuta Kepala kambing

225 Charonia tritonis Triton terompet

226 Hippopus hippopus Kima tapak kuda, Kima kuku beruang

227 Hippopus porcellanus Kima Cina

228 Nautilus popillius Nautilus berongga

229 Tachipleus gigas Ketam tapak kuda

230 Tridacna crocea Kima kunia, Lubang

231 Tridacna derasa Kima selatan

232 Tridacna gigas Kima raksasa

233 Tridacna maxima Kima kecil

234 Tridacna squamosa Kima sisik, Kima seruling

235 Trochus niloticus Troka, Susur bundar

236 Turbo marmoratus Batu laga, Siput hijau

Kategori Artikel