Jumat, 21 Oktober 2011

Android Merambah Televisi?

· 0 komentar

Anda pasti masih ingat Apple TV. Ini adalah sebuah gadget yang mengajak pengguna menikmati layanan dari Apple, khususnya video dan musik hingga bisa dinikmati lewat televisi. Untuk bisa tersambung ke server Apple, dibutuhkan koneksi jaringan. Dimensi perangkat yang merangkap sebagai CPU maupun receiver ini hanya segenggam tangan saja. Namun sayang Apple TV tak sedahsyat iPhone, iPad, ataupun iPod, walaupun merupakan sebuah terobosan yang ditawarkan mendiang Steve Jobs.

Leat platform lain, muncul perangkat serupa namun dikemas dengan ukuran yang lebih besar. Adalah Superspring yang memanfaatkan sistem operasi Android. Istilah tepatnya Android internet TV. Maka, Anda bisa menikmati semua fitur maupun aplikasi Android (perangkat ini memakai versi Froyo) di layar televisi. Tentu lah tak semua TV, perangkat berdimensi 115 x110 x28 mm ini meminta televisi berkualifikasi HDMI sebagai monitornya.



Prinsip kerja perangkat ini mirip komputer saja. Koneksi ke televisi memakai kabel HDMI. Sambungan ke internet bisa melalui dua opsi; Wi-Fi atau kabel ethernet RJ45 seperti yang Anda gunakan di rumah. Sedangkan untuk input teks tetap dibutuhkan sebuah keyboard biasa dengan memanfaatkan koneksi USB. Saat memilih atau menjalankan menu maupun aplikasi, Anda bisa memakai remote control bak mengoperasikan televisi yang telah disediakan sebagai satu paket pembelian.

Keuntungan yang tak diperoleh dari perangkat ponsel maupun tablet pastinya adalah ketika menikmati video high definition atau main game. Lewat televisi (apalagi yang berlayar lebar) menjadi lebih menyenangkan dan merupakan pengalaman baru. Misalnya memainkan game Angry Birds, Anda bisa menarik katapel dengan menekan dan memainkan remote control. Kira-kira seperti main dengan konsol Wii.

Karena high definition itu pula kualitas audio jauh lebih baik. Apalagi bila Anda telah memakai sound system tambahan di ruang tengah. Begitu halnya saat Anda menonton video klip maupun mendengar audio.

Aplikasi Android yang segudang dapat Anda pilih, umpamanya yang bergenre pendidikan anak. Lewat media televisi Anda bisa mengajarkan matematika atau pengetahuan alam dengan tampilan grafis yang lebih menarik pun interaktif. Maka fungsi televisi tak lagi sekadar sebagai media tonton sinetron belaka.

Jangan lupa bila Anda ingin memamerkan foto, menyimak Facebook bersama-sama, juga meng-up date bisa dilakukan bersama keluarga.

Perangkat ini menyiapkan memori untuk menyimpan data. Besarnya 2 GB, tapi bisa Anda ekspansi ke kartu SD atau MMC. Jika memakai microSD maka Anda memerlukan converter card. prosesornya sudah 1 GHz.

Superspring membutuhkan pasokan tenaga bisa lewat adaptor yang sudah disediakan. Perangkat ini bisa diperoleh seharga Rp 999.000,-

sumber

Tags
Android Merambah Televisi, apple tv, android tv, android internet tv.

Awas Ponsel Tercemar Kuman Tinja

· 0 komentar

Sejumlah peneliti di Inggris menemukan bahwa satu dari enam telepon seluler (ponsel) di Inggris terkontaminasi kuman atau bakteri tinja manusia.

Para ahli mengatakan bahwa alasan yang paling mungkin bakteri yang berpotensi berbahaya mencemari ponsel, karena orang tidak mencuci tangan mereka dengan baik dengan sabun setelah pergi ke toilet.


Penelitian dilakukan ilmuwan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine dan Queen Mary, Universitas London, yang disiarkan ScienceDaily Sabtu (15/10/2011) atau Minggu (16/10/2011) WIB itu, juga mengungkapkan kecenderungan di kalangan warga Inggris untuk berbohong tentang kebiasaan kebersihan mereka.

Para peneliti melakukan perjalanan ke 12 kota di Inggris, dan mengambil sampel 390 dari ponsel dan tangan yang dianalisis di laboratorium, untuk mengetahui jenis dan jumlah kuman berkeliaran di sana.

Mereka juga meminta peserta menjawab serangkaian pertanyaan, tentang kebiasaan mereka mencuci tangan.

Penelitian dilakukan sehubungan dengan Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober. Meskipun 95 persen dari orang yang diteliti mengatakan mereka mencuci tangan mereka dengan sabun, sebanyak 92 persen dari ponsel dan 82 persen dari tangan memiliki bakteri.

Kondisi yang mengkhawatirkan, 16 persen dari tangan dan 16 persen dari ponsel ditemukan Escherichia coli, jenis bakteri yang berasal tinja. Escherichia coli sering dikaitkan dengan gangguan lambung, dan telah terlibat dalam kasus-kasus keracunan makanan serius seperti wabah O157 yang fatal di Jerman pada bulan Juni lalu.

Proporsi terbesar dari ponsel terkontaminasi terjadi di Birmingham (41 persen), sementara London memiliki proporsi tertinggi Escherichia coli hadir pada tangan (28 persen).

Para ilmuwan juga menemukan, mereka yang memiliki bakteri di tangan memiliki kemungkinan tiga kali lebih memiliki bakteri di ponsel mereka.

Ahli kebersihan dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan, “Studi ini memberikan lebih banyak bukti bahwa beberapa orang masih tidak mencuci tangan mereka dengan baik, terutama setelah pergi ke toilet. Saya berharap temuan E coli di tangan mereka dan telepon mendorong, mereka untuk lebih berhati-hati di kamar mandi. Mencuci tangan dengan sabun adalah suatu hal yang sederhana untuk dilakukan, tetapi tidak ada keraguan itu menyelamatkan nyawa.”

Ron Cutler, dari Queen Mary, Universitas London, menambahkan, “Analisis kami menunjukkan, ini adalah masalah nasional. Orang-orang mungkin mengklaim bahwa mereka mencuci tangan mereka secara teratur, tetapi ilmu pengetahuan menunjukkan sebaliknya.”

Bakteri tinja dapat bertahan hidup di tangan selama berjam-jam pada suatu waktu, terutama di suhu hangat jauh dari sinar matahari. Kuman itu mudah ditransfer oleh sentuhan di gagang pintu, makanan, dan bahkan telepon seluler. Kuman lalu dapat berpindah ke orang lain.

Setiap tahun, anak-anak di bawah usia lima tahun meninggal dunia oleh pneumonia dan penyakit diare, yang sebetulnya dapat dicegah dengan tindakan sederhana mencuci tangan dengan sabun.

Di negara maju, mencuci tangan dengan sabun membantu orang untuk mencegah penyebaran infeksi virus, seperti norovirus, rotavirus, dan influenza.

sumber
Tags
virus tinja, virus ponsel, virus tinja ponsel.

Motor Ber BBM Tinja Bisa Ngebut 80 Km/Jam

· 0 komentar

Jepang memang gudangnya orang kreatif apabila kita bicara teknologi. Dari sebuah ide sederhana tentang biofuel, para insinyur Jepang menciptakan motor toilet yang berbahan bakar kotoran manusia.

Motor yang dijuluki Toilet Bike Neo ini merupakan dibuat oleh produses toilet Toto yang sudah kondang itu. Toto menggunakan toilet yang sudah dimodifikasi dan sebuah laboratorium berjalan untuk pemproses tenaga.

r

Yang aneh, mungkin bakal sulit dilakukan, adalah si pengendara didorong untuk menggunakan toilet portabel itu sesering mungkin dalam setiap perjalanan karena kotoran itu akan diubah menjadi biofuel untuk menjalankan mesin.

Perusahaan ini berharap motor toilet yang bisa mencapai kecepatan maksimum 80 km/jam bisa membantu mengurangi emisi CO2 hingga 50 persen sampai enam tahun ke depan.

Motor tiga roda itu model chopper itu saat ini sedang menyelesaikan tur sepanjang 965 km mengelilingi Jepang. Motor itu berangkat dari kantor pusat Toto di Kitakyushu dan dijadwalkan tiba di Tokyo pada 2 November 2011.

sumber
Tags
motor bbm tinja, motor menggunakan bbm tinja, tinja untuk bbm, bbm, motor tinja, motor toilet, bbm tinja.

Hujan Es Landa Kediri dan Malang

· 0 komentar

Hujan es disertai angin kencang dan puting beliung menerjang beberapa kawasan di Kediri dan Malang, Jumat (21/10). Badai yang disebut ‘palak taon’ juga menyapu beberapa wilayah Bangkalan. Pepohonan tumbang dan ratusan rumah roboh dan kejadian itu.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisik (BMKG) Surabaya mengimbau kepada warga Jatim agar mewaspadai cuaca pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke penghujan, seperti saat ini. Sebab, cuaca ekstrem dibarengi angin kencang, hujan deras, petir, hujan es, dan angin puting beliung, bisa terjadi setiap saat. Dan ini bisa mengancam keselamatan warga.

Seperti yang terjadi di Kediri, Jumat (21/10) sore, angin kencang yang disertai hujan es dan kemudian disambung angin puting beliung menerjang beberapa kawasan di Dusun Kweden, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

klik gambar untuk memperbesar
Pepohonan tumbang dan ratusan rumah warga rusak disapu puting beliung. Hingga kemarin malam belum ada laporan korban jiwa.

Bencana itu berawal sekitar pukul 15.00 WIB, saat tiba-tiba ada awan hitam menggantung di atas Kweden disertai dengan angin semilir yang kemudian berubah menjadi kencang. Warga kaget karena tiba-tiba rumah mereka diguyur butiran es sebesar biji jagung.

Saat mereka memeriksa kondisi di luar rumah dan menyaksikan hujan es, mendadak ada angin kencang dari timur yang berputar-putar menyapu permukiman warga. “Suaranya bergemuruh. Saya tak berani masuk rumah. Dua cucu saya ini menangis ketakutan,” ujar Ny Sumarmi, warga Kweden.

Perempuan itu menjerit-jerit ketika melihat puting beliung itu kemudian menerbangkan genting dan atap rumah warga. Ia melihat ada beberapa tembok rumah ambrol. Pepohonan di sepanjang jalan dusun juga roboh. Bahkan ada juga kios bensin yang melayang-layang dimainkan angin. “Saya sempat membayangkan tsunami di Aceh,” ungkap Ny Rusminah, warga lainnya.

Sejumlah warga berlarian ke musala menyelamatkan diri. Sokib (40), mengaku sedang memberi makan ternak saat puting beliung menumbangkan sejumlah pepohonan di sekitar rumahnya. “Saya terperangah kaget dan langsung meneriakkan adzan,” ungkapnya.

Sedangkan Arifin (49) juga terperangah melihat pohon mangga di belakang rumahnya ambruk. “Saya langsung ajak istri keluar rumah,” tuturnya.

Puluhah kios rusak, terutama atapnya. Sejumlah pohon berumur puluhan tahun ambruk, termasuk dua tanaman angsana raksasa di punden dusun. Kabel listrik juga ada yang putus. “Kios saya tinggal kerangkanya. Suasana mencekam sekali,” keluh Yono. Jalan ke makam, tambah Samuri, tertutup pepohonan yang tumbang.

Kasun Karangrejo Saiful Efendi mengatakan, angin puting beliung bertiup selama sekitar 10 menit. Ia belum bisa mendata kerusakan secara riil. Namun, ia melihat hampir semua rumah warga rusak. “Yang atapnya tersingkap jumlahnya banyak. Tapi, kalau yang rusak parah ada sekitar tiga rumah. Tiga rumah itu atap hilang dibawa angin,” jelasnya.

Angin puting beliung juga dirasakan warga Dusun Nambaan yang bersebelahan dengan Dusun Kweden. Sejumlah tanaman di sawah tercabut dan pepohonan juga tumbang.

Hujan es juga dirasakan warga Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kediri. Menurut Arif hujan es sebesar butiran kerikil yang mengguyur kawasan permukiman sempat membuat warga panik. Beruntung kejadian ini hanya berlangsung sekitar 2-3 menit.

Tak hanya di Kediri, di Bululawang, Kabupaten Malang, hujan es diikuti angin puting beliung juga terjadi selama sekitar 10 menit sejak pukul 14.45 WIB kemarin. Sebanyak 65 rumah di RT 16-22 Dusun Krebet Timur, Desa Krebet, rusak disapu angin dan ditimpa pepohonan yang roboh. Dari jumlah itu, 2 rumah rusak berat.

”Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Adi Supriono, Camat Bululawang. Di Krebet timur ini, pada 2004 juga pernah disapu puting beliung. Saat itu, 78 rumah roboh.

Kepala Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Hafi Lutfi menyatakan, selain rumah rusak, puting beliung juga menyebabkan sekitar 2.500 ekor ayam tewas dan pagar di PG Krebet Baru roboh dan terseret sejauh kira-kira 500 meter.

Sejumlah kabel listrik, lanjut Hafi, putus tertimpa pohon, sehingga aliran listrik di beberapa titik terpaksa dipadamkan. Sekitar pukul 20.00 WIB kemarin, listrik nyala kembali.

Nanang, warga RT 22 RW 5 mengatakan, hujan es dengan butiran sebesar kerikil juga mengguyur permukiman warga Bululawang. Sementara Wito mengaku beruntung karena saat pohon randu setinggi sekitar 20 meter menimpa rumahnya, ia dan keluarga sedang berada di rumah mertua.

Di Bangkalan, angin puting beliung merusak sekitar 77 bangunan di Kecamatan Burneh. Camat Ismet Effendy kemarin malam menyatakan bangunan rusak itu terletak di tiga desa di Burneh dan satu kelurahan di Kecamatan Kota, Bangkalan.

Ke-77 bangunan yang rusak itu meliputi 2 unit rumah makan, 75 unit rumah warga, dengan rincian 60 rumah rusak ringan, 15 rumah rusak berat, dan satu di antaranya nyaris rata dengan tanah. Selain merusak puluhan rumah warga, angin puting beliung yang wilayah itu juga merusak pos polisi dan dan pos pantau Dinas Perhubungan di pintu akses tol Jembatan Suramadu.

Atap dua pos pantau petugas ini jebol diterjang angin kencang yang hanya berembus sekitar 10 menit kemarin sore. Hingga Jumat malam, warga masih bergotong royong membantu memperbaiki reruntuhan bangunan rumah yang rusak akibat angin puting beliung itu. Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kapoksi Analisa dan Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Joko Sulistyo mengatakan, secara umum saat ini di Jatim sedang memasuki musim pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke penghujan. Sehingga kerap terjadi cuaca ekstrem, seperti angin puting beliung, hujan es, petir, dan hujan sangat deras. “Cuaca ekstrem terjadi karena fenomena awan Cumulonimbus (CB),” ujarnya kemarin.

Kondisi tersebut, diperkirakan akan berlangsung hingga Desember 2011. Pasalnya, musim pancaroba di wilayah Jatim terjadi tidak bersamaan. Di wilayah selatan, seperti Malang dan Kediri, awal musim penghujan diperkirakan terjadi akhir Oktober 2011 hingga awal November 2011. Sedangkan di wilayah Surabaya dan sekitar pada 11-20 November 2011, dan wilayah Tapalkuda dan Madura Jatim diperkirakan awal Desember 2011.

Sehingga hampir bersamaan dengan terjadinya angin puting beliung di wilayah Malang pada pukul 13.00 WIB, BMKG Juanda juga mendapatkan laporan terjadinya angin puting beliung di wilayah Bangkalan. ”Tapi, skalanya lokal, misalnya, satu kelurahan dan berlangsung antara 5 – 10 menit saja,” tutur Ari Pulung, Prakirawan BMKG Juanda.

Meski demikian, baik Joko maupun Ari meminta masyarakat mewaspadai kemungkinan seringnya terjadi cuaca ekstrem selama musim pancaroba ini. ”Jika tidak waspada, bisa sangat berbahaya,” ingat Joko, diamini Ari.

Hal senada juga diungkapkan Kasi Data dan Informasi BMKG Kelas II Maritim Perak Bambang Setiajid. Fenomena hujan es seperti terjadi di Kediri dan Malang, katanya, tidak mengherankan. Hujan es, katanya, terjadi saat puncak awan mencapai ketinggian sekitar 11 km dari permukaan air laut.

Pada musim pancaroba, katanya, hujan es memang kerap terjadi. Awan Cumulonimbus yang kian menebal membentuk lapisan es. Karena terjadi pemanasan, belum sempat butiran es itu pecah sudah lebih dulu jatuh ke bumi. “Kebetulan jatuh di Kediri,” jelas Bambang.

Hujan es, lanjut Bambang, biasanya memang terjadi saat musim panas tinggi seperti saat ini, bukan pada musim hujan. Selain hujan es, peluang angin puting beliung pada musim pancaroba juga sangat tinggi. Jatim termasuk wilayah yang sering dilanda angin puting beling.

Hanya saja, sampai saat ini pihak BMKG belum bisa memprediksi daerah mana yang berpotensi tinggi angin puting beliung. Namun, wilayah pantura seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, hingga beberapa wilayah lain berpotensi tinggi.

“Semua tidak bisa memprediksi daerah yang paling berpotensi puting beliung. Semua daerah di Jatim berpotensi. Sebab, angin itu bisa berembus kemana pun. Saat ini, memang potensi itu sedang mulai. Kami memprediksi, kemarau di Surabaya akan berakhir pada pertengahan November 2011,” urai Bambang.

Dalam literatur, tak hanya puting beliung yang berbahaya bagi manusia. Bisa dibayangkan kalau butiran es itu berdiameter 17,8 cm seperti yang pernah mengguyur Potter, Nebraska, pada 6 Juli 1928.

Sebagian besar hujan es terjadi di daerah lintang 30-60 derajat dari garis Khatulistiwa. Di dataran yang anginnya bertiup dari jajaran pegunungan besar. Hujan es intens bisa terjadi setiap kali udara hangat dan lembap tertolak ke tempat yang amat tinggi, bahkan di dekat Khatulistiwa.

Kericho, kawasan kebun teh setinggi 2.175 meter di atas permukaan laut di negara Kenya Afrika, lebih sering diguyur hujan es dibanding tempat lain.

Selama 2009 ada terjadi 306 badai es destruktif di 16 negara bagian merusak hasil panen dan bangunan senilai lebih dari lima triliun di AS. Para ahli khawatir, musim panas yang lebih hangat dan lembap akan mengakibatkan jumlah itu terus membengkak.

sumber
Tags
hujan es landa kediri dan malang, hujan es di kediri, hujan es di malang, hujan es di bojonegoro, hujan es di jatim, hujan es di indonesia, hujan es kediri, hujan es malang.